Home
Sambutan KH. Hasan Abdullah Sahal Dalam Peresmian Pesantren Putri Al-Mawaddah Coper Jetis Ponorogo PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Suntoyo, S.Si   
Sabtu, 30 Mei 2009
Bapak pembantu Bupati Arjowinangun yang kami cintai, Bapak-bapak Pimpinan Pondok Pesantren, Bapak-bapak pejabat, bapak Dekan Fak. Syari'ah IAIN Ponorogo, Bapak Camat, Bapak Kepala Desa dan Bapak Kepala Sekolah di wilayah Kecamatan Jetis, ibu-ibu para tamu undangan, anak-anak santriwati al-Mawaddah yang kami cintai.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Betapa besar hati kami ikut menyaksikan syukuran/peresmian berdirinya al-Mawaddah yang telah kami nanti-nantikan. Telah lama pula kami mempunyai rasa tersendat seakan-akan mengganjal di dalam hati kami karena mendapatkan amanat/wasiat dari almarhum ayahanda KH. Ahmad Sahal untuk mewujudkan suatu pesantren putri di tempat ini.

وليخش الذين لو تركوا من خلفهم ذرية ضعفا خافوا عليهم فليتقوا الله وليقولوا قولا سديدا (الآية)

"Dan hendaknya orang itu takut andaikata nanti meninggalkan keturunan generasi yang lemah dan mengkhawatirkan akan akherat dari pada generasi itu, maka hendaklah bertaqwa kepada allah dan hendaklah mereka mengucapkan kata-kata yang benar."

Sejak tahun 1926 Pondok Modern Gontor berdiri dan menerima santriwan dan santriwati, yang berjalan sampai dengan tahun 1937. Kemudian Gontor hanya menerima santri putra saja.

Pada tahun 1957 atau sekira itu tercetuslah wasiat almarhum untuk melanjutkan pendidikan wanita, dan tampaknya Coper inilah yang ketiban pulung (rahmat) mendapat nasib baik untuk ditempati. Sehingga pada tahun 1989 kami dengan apa yang ada mencoba untuk merealisir berdirinya pesantren putrei meskipun masih merangkak-rangkak dan meraba-raba. Kami jelas lemah, kami mengakui bahwasanya kami penuh kekurangan dan kelemahan. Tetapi itu tidak menjadi penggalang untuk hidup ataupun maju sesuai dengan kekurangan yang ada. Pesantren ini adalah pesantren ibadah, jadi bolehlah dikatakan dengan istilah yang mentereng "menjalankan aspirasi sebagai ummat Islam" baik pun menjadi pedagang, petani, ustadzah, dosen ataupun pejabat, pegawai, menjadi apapun juga hendaklah benar-benar untuk beribadah kepada Allah.


Bapak-bapak ibu-ibu dan saudara sekalian.

Pesantren Putri Al-Mawaddah sudah menjadi milik Yayasan Al-Arham bukan milik keluarga bukan proyek keluarga bukan pula milik bani Sahal, bu Sahal pak Sahal sekeluarga, pak Muchtar sekeluarga, dan bukan milik siapa-siapa tetapi sudah milik dan proyek Al-Arham. Jadi kami Bani Sahal termasuk Ibu kita tidak memiliki materinya secara total. Kami hanya sebagai tukang memberi transfusi darah atau infus sekedarnya demi berjalannya Pesantren Al-Mawaddah dan kami hanya ingin tetap memberi infus/santunan-santunan sekedarnya, sekuat yang bisa kami jalankan. Jadi ini sudah menjadi ikrar kami semuanya, bahwasanya kami tidak akan mengambil sejengkal tanah pun untuk berdiri dengan kakmi apalagi dengan mendirikan rumah. Tanah ini kita wakafkan dan jelas tidak akan diganggu-gugat oleh anak turun Pak Sahal al-Marhum.

Pada saat ini kami masih mencoba-coba, meraba-raba, kami mohon bimbingan, bombongan dari bapak para pelindung, penasehat dan pembina serta segenap para pejabat dan bapak-bapak para dosen. Sedapatnya memberi bimbingan dan bombongan kepada bayi yang baru saja tiga bulan. Kami siap untuk dikritik tapi mudah-mudahan tidak dikrutug. Kami siap untuk dikoreksi dan dibina, maa yang kurang mana yang lemah. Karena tidak ada manusia yang sempurna dan sampai menginggal pun, manusia hanya menyempurnakan ajalnya saja. Kami semuanya sengaja menghadirkan bapak-bapak ibu-ibu dalam keadaan yang sedimikian sederhana dalam fasilitas kemampuan yang ada, untuk ikut semata-mata berdo'a, mudah-mudahan cita-cita ini benar-benar terlaksana.

كشجرة طيبة أصلها ثابت وفرعها في السماء، تؤتي أكلها كل حين بإذن ربها (الآية)

"Seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya menjulang ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya."

Kami ingin Al-Mawaddah bagaikan pohon yang besar, yang baik yang akan menurunkan buah yang harum dan yang lezat, bisa dinikmati dan bisa ditumbuhkan kesana kemari. Kami ingin Al-Mawaddah menelorkan umat Islam yang kuat sesuai dengan janji Rasulullah. Dan ini tidak bisa kami jalankan sendirian, kami selalu mengharapkan pertolongan dari bapak-bapak pimpinan pondok pesantren, dari bapak KH. Ibrahim Thoyyib yang telah banyak memberikan bimbingan dan bombongan sejak pertama kali mempunyai ide untuk Mawaddah ini. Kami juga selalu berkonsultasi kesana-kekemari, dan kepada bapak yang telah meluluskan putra-putrinya di Aliyah Al-Islam Joresan: Bapak KH. Mahfud Hakim. Putri-putri beliau yang kami minta nampaknya tidak kurang keikhlasannya dari pada kami sehingga rasa berkorban, rasa berjuang terbesar kami rasakan tidak bisa membalas; juga kepada para pejabat yang bukan hanya melayani permintaan pertolongan kami, tetapi telah mendukung secara positif adanya pesantren putri ini sejak peletakan batu pertama. Saya yakin bapak-bapak ibu-ibu yang ada ini mendo'akan.

Juga pesantren di sekitar sini tidak pernah terdengar hal-hal negatif. Dari badan wakaf Pondok Modern Gontor, telah mendukung dengan mengirimkan ucapan selamat semoga bisa berjalan dengan baik sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Pondok Modern Arrisalah Slahung juga demikian, selalu mendorong dan menjunjung pondok kita yang kecil ini. Kalau dari Ngabar tidak usah komentar. Dan disamping itu penduduk Coper benar-benar tidak terganggu, mereka tidak merasa gundah bahkan berucap Alhamdulillah.

Bapak-bapak, Ibu-ibu dan saudara-saudara, kedatangan Bapak-bapak, Ibu-ibu ini meskipun nanti sudah tidak ada disini, kamiyakin akan menjadi batu fondasi yang di atasnya akan berdiri gedung-gedung, karena gedung yang menjulang tinggi tidak akan berdiri kalau tidak ada yang mau menjadi batu-batu yang dipendam. Di zaman sekarang ini banyak orang yang kepingin menjadi ganteng yang berwarna-warni, banyak juga yang ingin menjadi tiang yang megah dengan hiasannya, ada juga yang ingin menjadi tembok yang tampak dari luar, dan ada juga yang ingin menjadi tegel yang dianggap paling banyak berjasa. Begitulah, maka marilah kita mengikhlaskan diri menjadi batu-batu fondasi yang terpendam tetapi di atas nanti ada bangunan yang akan berdiri dengan megah dan kokoh serta kuat.


Bapak-bapak Ibu-ibu, saudara-saudara.

Karena amat bahagianya, kami terutama ibu kami, kalau diteruskan pembicaraan ini akan memanjang. Dan sebetulnya berbicara panjang tidak apa-apa tetapi kalau sepanjang-sepanjangnya itu membosankan. Kami akan berbicara yang enak, tetapi mudah-mudahan kami tidak berbicara seenaknya. Maka apa yang kami sampaikan ini mudah-mudahan menggugah hati kita semua yang selama ini mendambakan untuk melaksanakan cita-cita ini. Maka kami sebagai pendiri yayasan Al-Arham dan proyek pesantren putri Al-Mawaddah menitipkan ini kepada bapak ibu sekalian dan saudara-saudara, kami menitipkan dalam arti yang sebenarnya. Kami masih mencoba-coba sebagai ilustrasi kami menggambarkan kisah saya membeli honda Bebek. Waktu saya membeli saya belum bisa menaiki, kemudian saya membeli Kijang pada saat saya belum bisa menaiki. Demikian juga saya sudah berani kawin sebelum mencoba-coba. Dan alhamdulillah tidak punya bayi tabung atau bayi tabungan. Pesantren putri ini juga demikian, kami berani mendirikan meskipun kami belum pernah mempunyail maka Insya Allah dengan bertawakkal kepada Allah dan tidak mengingglkan musyawarah, bimbingan dan bombongan serta pengukuhan dari bapak-bapak kyai, pejabat dan para dermawan, kami melangkah dan kami tetap berpedoman kepada maslahah sesuai dengan kekuatan yang ada pada diri kami.

Kami mohon maaf, meskipun tadi sudah dimintakan maaf bilamana acara pada hari ini barangkali ada kekurangan, dengan kekuarangan itulah kita tahu bahwasanya kita semua ini bukan manusia yang sempurna.

Kami sampaikan kepada penduduk Coper khususnya, bahwa kami telah berkonsultasi kesana-kemari dan hasilnya: berdirinya pesantren putri di Coper ini tepat, dari segi sejarah, miliu, kebutuhan masyarakan dan dari segi-segi yang lain. Karena Coper ini tidak terlepas dari sejarah Tegalsari dan Gontor Ponorogo. Maka kepada bapak Lurah mohon bimbingan dan perhatian. Pesantren ini berkah memberkahi masyarakat Coper. Dan ini tempat titipan yang paling dekat untuk mengamankan dan mengembangkan, sehingga kami bisa berjalan dengan segala kelancaran.

Kepada Bapak Samuri dan Madiun murid Al-Marhum Bapak Sahal sejak di Tarbiyatul Athfal, bapak Ali Murtadlo dari Pacitan, kami menghaturkan terima kasih atas kesediaannya untuk menyempatkan diri menghadiri acara ini dan kami haturkan banyak terima kasih kepada Pimpinan Pondok Modern Gontor atas perhatiannya serta kepada semua yang hadir pada hari ini kami mohon do'a.

Ini yang kami sampaikan, mudah-mudahan apa yang kami sampaikan ini bisa diserap, dimengerti dan ditanggapi dengan positif. Sehingga merupakan andil yang besar di hadapan Allah SWT. dan di hadapan manusia, amien.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >

Designed by
Ladede